Sun Shine Literature

Selamat Pagi, Cinta


posted by Unknown on

No comments


Bergegaslah menuju pagi.
Jemput salam rindu yang ku titipkan pada sinar matahari.

Doa yang Menyatukan


posted by Unknown on

No comments


Bersamamu, doa yang berderai.
Tak pernah usai.

Setia


posted by Unknown on

No comments



Setia, tanpa batas masa.
sanggupkah kau berikrar dihadapan senja?
Pasti kau akan ku terima.

Pelabuhan Matahari


posted by Unknown on

No comments


Garis langit barat itu kita namai pelabuhan matahari. Jika takdir tak merestui, di sanalah kita akan menenggelamkan diri.

Berhentilah Menangis, Dik! #3


posted by Unknown on

No comments

Jika yang berdebar ini tak boleh kusebut rindu, jangan pernah sekalipun jejak bayangmu singgah diingatanku. Lekas pergi, dik!

Berhentilah Menangis, Dik! #2


posted by Unknown on

No comments


Pelangi di matamu, muasal segala rinduku, dik!

Berhentilah Menangis, Dik! #1


posted by Unknown on

No comments


Berbahagialah pernah mengenalku dimasa lalu. Karena tak akan kau temui lagi sosok sepertiku yang merawat kepedihanmu.
Tangismu, hujan yang memporak-porandakan bahagiaku. "Berhentilah menangis dik!"
Biar. Biar saja orang membicarakan kita. Nyatanya, hanya aku yang tau seberapa dalam lembah kesedihanmu. "Berhentilah menangis dik!"
Anak kita adalah jarak dan kepercayaan. Jaga keduanya, aku akan selalu menyematkan rinduku pada mereka. "Berhentilah menangis dik!"
Aku akan mencoba sebisaku untuk terus melupakanmu. Itu kan yang kau mau? "Berhentilah menangis dik!"
Meski aku tau, aku tak lagi berhak merindukanmu. Namun cemburu ini masih terus memburuku. "Berhentilah menangis dik!"
Tak seharusnya kau singgah di pelupuk mataku. Menjadi yang pertama tau tangisku itu, nyerinya tak akan layu. "Berhentilah menangis dik!"
Sudah sudah, sudah malam. Malu pada bulan yang berusaha senyum pada kita. "Berhentilah menangis dik!"

Mari Tangiskan Tawa Kita


posted by Unknown on

No comments


Anginkan sunyimu di tepian malam. Usir ragumu dengan lentera yang kubawa. Kelak, tawa kita memenuhi cawan bahagia.

Hujan Oktober


posted by Unknown on

No comments


Reremah sisa hujan membentur dinding-dinding hati kusam.
Mendung merundung, mengaji kesedihan.
Gelap malam luruh di kejauhan.
Pertemuan demi pertemuan kita hanya mengupas kabut rindu dimata, selebihnya luka kembali kambuh, perih.
Penglihatanku terlalu rapuh untuk nyala tulusmu.
Biarlah kupanggil kau sunyi,
Hingga tetes-tetes dari langit menjadi sayu.
Biarlah aku tetap memanggilmu sunyi

hujan, oktober setahun silam.

Read more »

Sometimes It Hurts Instead


posted by Unknown on

No comments


Di laptop sebelah, keras sekali Adele menjerit,
"Never mind, I'll find someone like you,"