Jemput salam rindu yang ku titipkan pada sinar matahari.
posted by Unknown on Puisi
Garis langit barat itu kita namai pelabuhan matahari. Jika takdir tak merestui, di sanalah kita akan menenggelamkan diri.
posted by Unknown on Puisi
Berbahagialah pernah mengenalku dimasa lalu. Karena tak akan kau temui lagi sosok sepertiku yang merawat kepedihanmu.
Tangismu, hujan yang memporak-porandakan bahagiaku.
"Berhentilah menangis dik!"
Biar. Biar saja orang membicarakan kita. Nyatanya, hanya aku yang tau seberapa dalam lembah kesedihanmu.
"Berhentilah menangis dik!"
Anak kita adalah jarak dan kepercayaan. Jaga keduanya, aku akan selalu
menyematkan rinduku pada mereka. "Berhentilah menangis dik!"
Aku akan mencoba sebisaku untuk terus melupakanmu. Itu kan yang kau mau?
"Berhentilah menangis dik!"
Meski aku tau, aku tak lagi berhak merindukanmu. Namun cemburu ini masih terus memburuku. "Berhentilah menangis dik!"
Tak seharusnya kau singgah di pelupuk mataku. Menjadi yang pertama tau
tangisku itu, nyerinya tak akan layu. "Berhentilah menangis dik!"
Sudah sudah, sudah malam. Malu pada bulan yang berusaha senyum pada kita. "Berhentilah menangis dik!"
posted by Unknown on Puisi
posted by Unknown on Puisi
Reremah sisa hujan membentur dinding-dinding hati kusam.
Mendung merundung, mengaji kesedihan.
Gelap malam luruh di kejauhan.
Pertemuan demi pertemuan kita hanya mengupas kabut rindu dimata, selebihnya luka kembali kambuh, perih.
Penglihatanku terlalu rapuh untuk nyala tulusmu.
Biarlah kupanggil kau sunyi,
Hingga tetes-tetes dari langit menjadi sayu.
Biarlah aku tetap memanggilmu sunyi
hujan, oktober setahun silam.
Read more »
posted by Unknown on Cerita dalam Lagu









